Literasi dan Masa
Oleh : Trimo
Wati
Atas apa pun semesta menghadirkan, ada kebaikan yang tersimpan.
Sekiranya anggapan itu yang aku pertahankan sampai sekarang. Seperti halnya
wabah yang tak kunjung punah dan semakin membuat resah. Tentunya semesta sedang
tak baik-baik saja. Semesta seakan-akan sedang kejam dan tak berpihak. Namun
jika kita bisa melihat dari mata batin yang tajam, maka akan ada kebaikan yang
tersimpan. Tidak melulu harus langsung terlihat, melainkan ia bisa berada pada
celah yang mungkin hanya bisa dilihat dan disadari oleh sebagian orang saja.
Wabah tak pernah salah, hanya saja perihal seharusnya kita
menyikapinya seperti apa. Tentunya juga wabah membuat semunya berubah,
terbatas, atau bahkan terkendala. Maka sudah seharusnya kita mampu berbuat
dengan selayaknya, agar kita bisa tetap hidup dengan maksimal, tanpa merugikan,
dan tetap berada pada ranah jalan yang diharapkan.
Sudah seharusnya kita tak mau berdiam diri menyikapi wabah ini. Kita
mau tak mau harus tetap bergerak untuk beraktivitas dan memenuhi kebutuhan. Mau
tak mau juga kita harus beradaptasi dengan kebiasan baru dalam banyak hal.
Termasuk dalam dunia literasi. Jika dipandang dengan mata batin yang tajam dan
penuh kesadaran. Maka adanya wabah ini justru menjadi peluang untuk meningkatkan
literasi kita.
Mungkin dulu kita pernah merancang target hebat untuk membaca
banyak buku. Atau bahkan tumpukan buku-buku itu mulai usang akibat tak pernah
kita sentuh. Kesibukan kita ke sana ke mari, sehingga tak ada waktu untuk
menikmati buku-buku itu. Maka sudah seharusnya saat ini menjadi peluang untuk
berteman dengan buku-buku itu.
Mungkin juga kita belum ada waktu untuk menuangkan segala anggapan
hati dan isi kepala. Untuk menyentuh deretan kata saja tak bisa, apalagi
merangkainya menjadi kalimat. Maka saat ini adalah waktu yang tepat untuk
bercerita lewat kata, menuangkannya dalam lembaran, hingga melahirkan karya
yang dibukukan. Guna dalam masa adaptasi baru ini menjadikan aktivitas kita
terasa bermanfaat, khususnya dalam hal literasi.
Adanya wabah mengakibatkan banyak aktivitas kita yang harus
dilakukan dari rumah saja dan mempunyai banyak waktu luang. Untuk itu perlu
sekali memanfaatkan setiap detik yang tersedia. Setiap menit yang telah
dilewati, pastikan selalu mengandung kemanfaatan. Boleh jeda, asal usai itu
kita tak berleha-leha. Boleh istirahat, asal tak terbawa kenikmatan sesaat.
Karena sudah pasti, waktu dan kesempatan yang tersaji sekarang tak akan pernah
terulang. Bahkan saat penyesalan hadir dan kita merengek agar kembali ke masa
itu, tak akan bisa dan tak ada yang bisa.
Mari sama-sama menghidupkan literasi untuk kemanfaatan pada setiap
masa. Tentunya kemanfaatan untuk diri sendiri juga orang lain. Perlu diingat
juga, tidak ada literasi yang dibatasi oleh keadaan, yang ada tentang bagaimana
kita meningkatkan literasi dalam setiap keadaan.

Komentar
Posting Komentar