DAY 55
Taka Ada yang Sia-sia Hari ini sinar mentari menerobos sela-sela jendela. Menyapa pelan setelah lamanya diri bersemedi tanpa jeda. Ternyata, hujan beberapa hari lalu telah purna dalam tugasnya. Bukan lagi sempitnya kamar yang menjadi ruang untuk mengapresikan rasa. Bukan lagi kesendirian dengan paksaan agar tetap baik-baik saja. Ya, kupastikan semesta menantiku untuk melangitkan bahagia. Dan benar, bahagia bisa datang dari arah mana saja. Seperti sekarang ini dan tanpa disangka. Menatap langit dari arah yang lebih tinggi, memandang ke bawah dalam hanyutan kegamuman, dan melambungkan segala cita dan harapan. Atas mendung yang kelabu, hujan yang menyejukkan, atau mentari yang ramah dan menghangatkan. Juga rerumputan yang bergoyang dengan angin yang membisikkan besarnya kerinduan. Aku harap ini menjadi bagian narasi yang patut dikenang. Mari, menatap lebih lama perihal ruang yang sedang kita singgahi. Bukan sekedar itu, mari menajamkan kesadaran pada setiap yang didengar d...