DAY 43

 Kembali Menemui Semangat

Barangkali kita sempat lelah, perihal rutinitas yang hanya seperti itu-itu saja. Berkutik pada kebiasaan yang baginya belum ada perubahan. Berusaha menyelesaikan deretan tugas dengan melawan kemalasan. Berulang-ulang melihat waktu yang baginya tak pernah berjalan dan berpihak.

Barangkali kita sempat mengeluh, perihal keadaan yang sampai sekarang belum menemui puncak terindahnya. Seakan-akan masih diambang duka dengan segudang kekhawatiran. Berjalan, tekad, dan sempat tertatih untuk sampai pada takaran manusia sempurna. Ternyata benar, hanya bumi yang mampu menampung keluh kesah manusia. Selebihnya, diri tak punya kuasa.

Barangkali kita juga sempat terlena pada sajian masa yang satu detik pun tak kita gunakan untuk kebaikan. Memilih terdiam dan hanya memandangi ribuan potret manusia hebat. Lalu dengan mudahnya menyalahkan diri dan akhirnya mundur menjadi jalan peralihan. Bersemedi pada bait-bait puisi tentang gagal, sunyi, dan redupnya semangat.

Benar memang, hidup tak pernah bisa lepas dari kata monokrom. Seketika hitam sampai pekat menghampiri tanpa ia harapkan. Atau bahkan putih yang sempat singgah lalu pergi dan kembali menghitam. Setelah itu layu dan sendu yang menemani tanpa ragu.

Dibalik mendungnya hatimu, ada keteduhan yang barangkali orang lain tak merasakannya. Mendung juga belum berarti hujan, hanya saja menepi dari pekatnya keramaian. Memilih rehat sebentar, refleksi kebiasan, dengan harapan langkahnya tak lagi berantakan. Sebab juga, mendung adalah tenggelam bersama rasa penyadaran.

Setelah itu, kamu kembali menemui hari dengan penuh semangat. Tiada lagi kata bosan untuk menikmati rutinitas harian. Tiada lagi duka sebab khawatir yang sesah tersingkir. Yakin saja, ada Tuhan yang sudah menyiapkan kado istimewa untuk hasilmu kelak. Hanya saja untuk sekarang, tiada hal kecuali juang, sabar, doa, dan tekad. Semoga senantiasa bisa berteman dengan keadaan hai kawan.

 

#Day43

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42