DAY 47
Melerai Derita
Pernah berada dalam ambang duka? Atau pernah merasa diri dikecam
derita? Sampai-sampai marasa bahwa dirinya dikurung dalam lenyap dan senyap. Tidak
tau mau berbuat apa, tidak tau mau cerita dengan siapa. Yang ada hanya
menangis, menepi dari keramaian, dan meronta pasrah. Melebur menjadi buih-buih
sesak dan mengalir menuju penyalahan tanpa penyadaran. Sungguh suram.
Sadar, ada banyak bahagia yang harus kau jemput. Ada banyak tawa
yang kau lontarkan. Sebab, menyalahkan yang lalu tidak akan menghasilkan apa
pun kecuali sesak. Jika kau mampu meluapkan keluh pada tangismu, kenapa kau tak
mampu untuk bangkit setelahnya?
Sejatinya, akan ada banyak hikmah atas segala kejadian. Sejatinya
pula poros sifat, sikap, dan pengendalian letaknya hati. Jika hati saja masih
kacau balau merespon atas apa yang terjadi, lantas bagaimana diri agar tak
terjebak dalam lingkaran senyap?
Walaupun juga sadar, apa yang indah dari sunyi. Ketika aku hanya
seorang diri. Dengan itu puisi datang merobek isi kepala dan mengeluarkan
segala luka. Tetap saja berkecamuk dengan ramai tanpa jeda. Mengurusi urusan
hati yang tak terulai dengan cepat, pelan pun tidak. Semakin rumit, berkecamuk,
memuncak, dan merobek harapan atas bahagia.
Sudahlah, Allah adalah Al-Hakim, pemilik hikmah yang tinggi dalam
ciptaan dan urusan-Nya. Allah tidak mungkin menetapkan sesuatu yang batil.
Pasti ada hikmah pada setiap kejadian yang menjadi ketetapan-Nya. Hanya saja, karena
terbatasnya akal kita, seringkali hikmah itu tak terbaca. Itulah mengapa, kita
mesti berbaik sangka pada Allah Ta’ala.
Selamat melerai luka dengan senyum bahagia. Semoga segera pulih
atas sakit yang diderita. Semoga robeknya hati segera tumbuh dengan siraman
suka. Dan yang pergi akan terganti, semoga.
#Day47
#ODOP
#OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar