DAY 16
Bijak Memilah dan Menentukan
Pernah sesekali aku fokus pada kolom ketik di layar ponselku.
Mengetik dengan perlahan, diresapi, hingga kuniatkan untuk menekan tombol
kirim. Namun, lagi-lagi ada bentakan “Jangan!”, yang membuatku kembali enggan.
Kuhapus dan kumenarik napas dengan perlahan.
Pernah sesekali kukumpulkan cerita-cerita. Pernah sesekali pula
kumengaitkan cerita yang satu dengan yang lain, agar menambah keasikan
tentunya. Kucoba mengemasnya dalam tatanan kata yang apik, lalu kusuguhkan pada
orang dan waktu yang menurutku tepat. Namun, kukembali sadar, bahwa tak semua
cerita harus dibagi dan dibuat konsumsi semua.
Pernah sesekali aku dihadirkan dengan jalan yang jika dibayangkan
akan indah untuk dilewati. Kupandang jalan itu, kutekadkam untuk bisa melaluinya,
dan mulailah kuambil langkah pertama. Namun, belum sampai langkahku menapak,
ternyata niatku terkurung, Aku tak bisa melangkah dan tak bisa bergerak. Seketika
ada bisikkan kuat yang mengatakan bahwa lebih baik kamu di tempat dan diam.
Lagi-lagi aku mengurungkan untuk melangkah.
Karena benar adanya, tidak semua hal harus dituliskan apalagi
dibagikan. Walaupun sebenarnya bebas, di tambah lagi ruang tulisan yang tak pernah
terbatas dan kapan pun bisa untuk menuangkan kata. Namun, perlu disadari. Ada ruang
yang tak selalu bisa terisi dengan bebas, yaitu hati. Karena hati berhak memlih
dan memilah mana yang tepat dan mana yang layak. Agar apa? Agar hati masih
berfungsi dengan semestinya, tanpa patah dan lemah.
Karena benar adanya, ada cerita-cerita yang cukup kita simpan saja.
Tanpa diceritakan dan tanpa dibagikan. Selayaknya rahasia, cerita pun punya
titik-titik yang tak semua harus dibagikan. Dan juga perihal siapa yang akan
menjadi objek atas cerita kita. Mungkin hati kita kuasa untuk membagikan cerita,
namun belum tentu bagi orang lain yang mendengarkannya. Bisa saja dia menyukai,
menikmati, atau bahkan merasa terusik. Terpenting, harus benar-benat bisa
memilah.
Dan karena benar adanya, tidak semua jalan yang ada di depan harus
dilewati. Walaupun juga benar, bahwa kesempatan tidak akan bisa datang
terulang. Namun lagi-lagi, kita harus bijak dalam memilah dan menentukan.
Perihal semuanya sudah ada waktunya. Tidak harus sekarang, karena bisa jadi
masa terbaik ada di masa depan.
#Day16
#ODOP
#OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar