DAY 13

Suatu Saat Nanti

Suatu saat nanti, aku akan menemukan hari di mana aku berpasangan denganmu. Duduk di teras rumah seraya menikmati teh manis buatanku. Saling bercerita tentang kisah yang berujung indah. Sesekali menatap seraya dengan senyum yang merekah. Saling bercanda dan tertawa yang membuat diri tak mau pisah.

Suatu saat nanti, aku akan menyuguhkan bukuan puisi yang semuanya tentangmu. Membacakannya dengan hati dan kau pun menikmati. Tatapan mata indahmu tertuju ke muka polosku ini. Mulutku berkumat-kamit, hatiku berdebar-debar, dan senyumku pun tak bisa kutahan.

Suatu saat nanti, kita tak lagi berjalan sendirian. Tak lagi berpasangan di persimpangan jalan dan tak lagi saling melempar sapa dari kejauhan. Melainkan kita sudah menemukan jalan untuk kita tempuh bersama. Tiada kilometer yang terlewati tanpa bergandengan. Bahkan ketika sampai di tujuan, tangan kita masih tergandeng erat dan tak mau melepas.

Suatu saat ini, kita tak saling kirim surat. Tak saling melempar senyum dari jendela rumah. Tak saling mencuri pandang dari seberang jalan. Tak lagi seperti itu, karena kita sudah menemukan tanah yang akan kita pijak bersama. Rumah sederhana dengan jutaan cinta, atap kesyukuran yang menjadi hiasannya, dan pagar kepercayaan menjadi penguatan..

Suatu saat nanti, rumah sederhana itu tak akan pernah sepi. Selalu ada tawa di kala pagi dan ada saja sapa mesra yang tak bosan dilontarkan. Tidak lagi dengan sarapan yang terjejer hanya dengan dua piring nasi goreng, melainkan juga ada piring yang tersaji untuk si tangan mungil, anak kita. Tidak lagi dengan sofa yang hanya diduduki oleh dua orang saja, melainkan di tengahnya ada malaikat kecil yang kita peluk bersama.

Suatu saat nanti, saat aku lelah mengurus rumah, kau selalu datang memberikan semangat. Pundakmu tak pernah lelah untuk menampung keluh kesah. Tanganmu selalu cekatan untuk mengulurkan bantuan. Bahkan di balik itu, senyummu tak pernah pudar, membuat lelahku seketika lepas. Saat itu pula, nasihat dengan kata-kata apik selalu tertuju, membuat waktuku tak mau berlalu tanpamu.

Suatu saat nanti, rambut putih dan keriputnya kulit menemani sisa-sisa hidup kita. Kau berkacamata renta dan aku membawa tongkat penegak. Gigi ompongmu yang lucu dan tangan keriputku yang setia memegangmu. Sesekali kau pun mendorongku melalui kursi roda, aku dibawa ke taman dengan suguhan cinta. Kau menghiburku dan memberikan janji untuk kita melanjutkan bahagia sampai kapan pun.

Dan suatu saat nanti, masing-masing dari kita akan berpisah raga. Aku tak kuasa melepasmu lebih dulu dan kau pun tak kuasa melepasku lebih dulu. Kita saling menggenggam erat untuk terus bersama. Namun nyatanya, kita tak bisa mendesain takdir. Karena ada masa yang tak bisa kita elak, walaupun harus meronta-ronta. Tidak apa-apa, karena semoga cinta suci kita di dunia bisa membawa bahagia di surga.

 

#DAY12

#ODOP

#OneDayOnePost 

Komentar

  1. Waini apakah datang dari singglelillah yang sama denganku? Kwokwok jika iya semoga suatu saat nanti (secepatnya) bisa segera dipertemukan oleh Abdullah ya kak

    BalasHapus
  2. Wah..romantis sekali. Sehidup sesurga

    BalasHapus
  3. Impian yang manis... Suatu saat nanti akan ada waktu dimana kita sedang makan, si kecil menangis. Kita sedang mandi si kecil menangis. Itu akan menjadi bumbu yang mungkin tidak bisa diulang siarannya... Maka nikmatilah setiap prosesnya 🤗

    BalasHapus
  4. Suatu saat nanti. Semoga benar-benar terjadi. Bahkan lebih indah dari ekspektasi~

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Amiinn .. .Bayangan rumah tangga yang sangat diimpi2kan, cinta ini berlanjut sampai ke syurganya 😭

    BalasHapus
  8. Suatu saat nanti aku akan mengenang tulisan ini. Hehehe

    BalasHapus
  9. sudah mengalir banget ini kak menulisnya..

    BalasHapus
  10. Suatu hari nanti ... impian kita semua akan tercapai, aamiin ...

    BalasHapus
  11. gambaran harapan masa depan yang ditulis dengan indah hari ini, semangat kak

    BalasHapus
  12. MaasyaAllah. Keren. Masa depan yang termaktub dengan jari jemari ajaib:)

    BalasHapus
  13. Wahh bagus kak, jadi inget puisinya eyang sapardi, suatu hari nanti

    BalasHapus
  14. Suatu saat nanti..manis banget kak

    BalasHapus
  15. Aamiin. Semoga yang disemogakan bisa terwujud

    BalasHapus
  16. Ih baper ih...
    Semoga aku jugaaa

    BalasHapus
  17. Manis banget, Kak, puisinya. Saya sampai senyum-senyum bacanya :D

    BalasHapus
  18. Suatu saat nanti . . .. Pilihan kata yang bagus

    BalasHapus
  19. Sweet isinya, kreatif percampuran narasi & puisi, walau realita tak semanis puisi. Semoga tetap bisa jadi inspirasi

    BalasHapus
  20. jiwa ke uwu an ku meronta-ronta kak ... puisinya bagus bangett

    BalasHapus
  21. suatu saat nanti ... seperti suatu harapan yang menyenangkan ... seakan ada asa yang menunggu ...

    BalasHapus
  22. Semoga bisa terwujud ya kak, impian bersama dengan pasangan sampai dengan tua.

    BalasHapus
  23. Keren kak... jomlo baper bacanya 😢😢😢

    BalasHapus
  24. aku ikut jatuh cinta dan merasakan apa yang tertulis, baguuuss..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 41

DAY 42