DAY 20

 Perihal Melupakan

Perihal melupakan, ketika aku membuka lembaran ini pun, aku kembali mengingatnya. Pada setiap halaman yang tak ada satu pun terlewatkan tentangnya. Pada setiap kata dengan goresan kenangan tak kasat mata. Pada keindahan diksi yang sama seperti indahnya. Pada rangkaian kalimat yang sempurna karenanya. Rupanya, melupakan tak semudah menciptakan lembaran.

Perihal melupakan, ketika aku duduk di ruang itu, aku kembali mengingatnya. Pada setiap sudut ruangan yang pernah kita tempati bersama. Pada sofa dengan sajian cemilan di depannya. Pada tawa yang pernah lepas di sana. Pada suguhan ceritanya yang tak ada kata habis saat di sana.

Parihal melupakan, ketika aku ingin pindah, bayangannya selalu menjadi objek untuk aku bergegas. Bahkan, mengikutiku tanpa tau ke mana kemauanku. Mungkin memang benar, semua tentangnya akan menjadi teman sejati kemana aku pergi. Atau bahkan hatiku yang masih terbuka untuk menyambutnya kembali? Entahlah.

Perihal melupakan yang masih kuperjuangkan, ternyata tak semudah itu teman. Apalagi aku yang masih dihadapkan dengan segala hal tentangnya. Lembaran, tempat, sudut kota, dan kenangan yang masih saja menyapa dengan leluasa. Monokrom kehidupan yang berhasil marasuk dengan gelapnya berupa kenangan tentangnya.

Jangan kira aku tak menepis kenangan tentangnya. Ragaku sudah sepenuhnya menolak tanpa pasrah. Jiwaku sudah berusaha tak mengusik tentangnya. Sikap boleh berkata, tapi hati tak pernah bercanda dan tak pernah dusta. Ada celah yang membuatku ingin dan terus ingin mengingatnya.

Perihal melupakan tak jauh dari mengikhlaskan. Karena benar adanya, ikhlas akan menumbuhkan sejuta pengganti setelahnya. Bukan sikap yang ditekankan untuk membuktikan keikhlasan itu, melainkan hati yang siap sedia membentengi segala tentangnya. Menolak dengan bijak tanpa ada celah penerobosnya.

Namun, jika kembali kutemukan tempat tentangnya, cukuplah menjadi pembelajaran. Tanpa melibatkan hati untuk mengingat siapa di dalamnya dan kapan. Karena bagiku melupakan adalah perihal mengikhlaskan dengan sepenuhnya. Dan semoga setelah ini, ku tak lagi bisa mengingat tentangnya. Tak bisa dan cukup. Sekarang aku akan menyambutmu sebagai pengganti sampai di masa nanti.

 

#Day20

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

  1. Waahh indah rangkaian katanya💕 semoga bisa cepat melupakan yang tak diinginkan~

    BalasHapus
  2. MasyaaAllah aku lagi di fase ini:( mau melupakan tapi ngga mudah:( setiap langkah kek ada dia gitu:( lakuin hal apa juga kek ada dia:( dan nulis ini pun bayangnya ada, kek dia lagi bareng aku :(

    BalasHapus
  3. Waaahhh.. terharu kak.. semoga segera bisa melupakan yang telah menyakiti kakak .huhhuu

    BalasHapus
  4. Mengikhlaskan agak sulit ya, Kak? Saya baru mengalaminya sekarang. Niat mau mengikhlaskan, tapi terus ketemu sama sesuatu yang mengingatkan :(

    BalasHapus
  5. Perihal melupakan yang tak ada habisnya. Perihal melupakan sesuatu yang pernah mengukir indah. Tak ada yang namanya melupakan. Benar. Mengikhlaskan-mengambil pelajaran, serta menyimpan kenangan di tempatnya sendiri adalah perkara pasti.

    Intinya, suka sama topiknya... Semangat terus Kak~

    BalasHapus
  6. Perihal melupakan yang tak ada habisnya. Perihal melupakan sesuatu yang pernah mengukir indah. Tak ada yang namanya melupakan. Benar. Mengikhlaskan-mengambil pelajaran, serta menyimpan kenangan di tempatnya sendiri adalah perkara pasti.

    Intinya, suka sama topiknya... Semangat terus Kak~

    BalasHapus
  7. Akhir pekan sendu dengan sebuah kenangan

    BalasHapus
  8. Menghapus luka hanya perlu waktu.

    BalasHapus
  9. Kenangan memang pahit kak tapi bukan suatu yang buruk. Melalui kenangan kita bisa belajar banyak hal. Semangat terus ya kak ... semoga segera bisa berdamai dengan diri sendiri dan menerima keadaan dengan lapang dada. Terima kasih untuk tulisan cantiknya

    BalasHapus
  10. Semangat melupakan! Akan ada hal indah menanti.

    BalasHapus
  11. Hayu move on kak... Terkadang untuk melupakan kita tak usah memaksa untuk lupa. Biarkan waktu mengikisnya perlahan

    BalasHapus
  12. Semoga waktu mengamini keinginan kakak untuk melupakan :)
    I feel you, Kak :')

    BalasHapus
  13. Perihal melupakan...memang tak semudah membalikkan telapak tangan, Namun bisa saja, selagi kita percaya

    BalasHapus
  14. Perihal melupakan..perih dan sedih tidak bisa dihindari

    BalasHapus
  15. Saat hati benar2 ikhlas, kan datang yang sesungguhnya kak. Karena setiap yg datang selalu memberikan pelajaran.. yok semangaat

    BalasHapus
  16. Aku sedikit menyesal kesini wkwk, jadi ambyar kan.. keren kak, :'

    BalasHapus
  17. Waduuuh kok bikin mbrebes mili :' hiks
    Btw, selalu dapet reminder udah berapa hari rutin menulis kwokwok makasoh kak

    BalasHapus
  18. Hem..... Semoga apa yang dilupakan itu memang menjadi langkah terbaik yang diambil kak hehehe.
    Semangat selalu:)

    BalasHapus
  19. Yesterday is history, tomorrow is a miracle but today is agift for you ... lihatlah sejarah hanay untuk mengingatkan bahwa pernah lewat sana ... tapi tegakkakn badanmu untuk melangkah kan kaki ke depan bukan ke belakang ... melupakan bukan menghindari ... semangat ya

    BalasHapus
  20. Kenapa harus melupakan ketika tak bisa melupakan? Bukankah setiap kenangan, baik dan buruk, itu berharga?

    BalasHapus
  21. hihi kadang ada fase kita itu ingin melupakan ya kak, tapi yang pasti kenagan itu kayak selalu ada..

    BalasHapus
  22. bagus kata-katanya ... syukaa pokoknya, terutama di bagian ikhlas akan menumbuhkan sejuta pengganti setelahnya. Proses untuk ikhlas itu yang luar biasa.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42