DAY 22
Bahagia sekali anak muda itu, ia selalu terlihat bergairah dalam
menjalani hidup. Ia selalu memancarkan senyum ke siapa saja yang bersamanya. Ia
selalu menebar bahagia kapan pun dan di mana pun. Tak peduli seberapa berat
masalah yang menimpanya.
“Kenapa kamu selalu bahagia?” Tanya seorang teman pada teman itu.
“Sebab, kenapa harus bersedih, jika ada Allah yang selalu memberikan sejuta
bahagia tanpa disangka. Kenapa harus murung atas masalah yang menimpa, jika ada
Allah yang Maha Mengatasi setiap permasalahan”.
Benar sekali, tidak ada gunanya dan tidak ada untungnya jika kita
selalu bersedih atas apa yang diterima. Sebab, kesedihan tidak akan
menyelesaikan masalah. Walaupun sampai kita merengek pasrah, kesedihan tidak
akan terurai kecuali dengan bahagia.
Namun kenyataannya, dikit-dikit murung, dikit-dikit marah,
dikit-dikit nangis. Ah!, aneh sekali manusia-manusia itu, iya aku. Mungkin bisa
dibilang hanya satu banding 10 orang yang tetap memancarkan bahagia di kala ia
sedang bersusah. Dan tentu, sangat istimewa orang itu.
Sesekali memang harus menyadari perihal sedih yang tak selalu
menghampiri. Karena barangkali Allah sedang menguji hamba-Nya, dan tidak lain
itu adalah bentuk cinta kepada Makhluk-Nya. Seperti juga dikatakan bahwa tiada
luka yang abadi, semua akan sembuh bersama bahagia yang menghampiri. Artinya,
selalu ada suka setelah berderai air mata.
Keyakinan untuk bahagia usai luka memang harus ditanamkan. Namun
perihal ini yang harus ditekankan adalah sikap kita. Apakah kita tetap menajamkan
keimanan atau justru malah menyalahkan segala rencananya. Tidak lain, kita harus
senantiasa tenang mengatasi setiap permasalahan. Tidak peduli seberapa lelahnya
dan sukarnya kita.
Karena baginya ia sangat percaya, bahwa tidak ada beban yang
melebihi kemampuannya. Dan ia pun malu untuk berputus asa, sedangkan
perjungannya selalu disaksikan Allah dan baginya pula ia akan dihadirkan
kemudahan dalam melangkah dan mengatasi setiap masalah.
#Day22
#ODOP
#OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar