DAY 23

Pada Dasarnya Perempuan Itu?

Pada dasarnya perempuan itu lemah dan lembut. Ia diciptakan dari tulang rusuk yang rawan sekali untuk bengkok. Ketika ia patah, ia akan akan susah untuk dikembalikan. Apalagi ketika ia remuk dan hancur, pupuslah sudah harapan untuk memperbaikinya. Ia juga lembut dalam bertindak, karena ia mengedepankan perasaan atas tindakannya.

Pada dasarnya perempuan itu penyayang. Ia dianugerahkan untuk melindungi bayi mungil di rahim terbaiknya. Ia diciptakan untuk memberikan sejuta cinta kepada anaknya kelak. Bahkan saat ia sudah mempunyai lebih dari satu keturunan, ia tetap bijak dalam membagi cintanya. Dengan keseimbangan atas rasa perhatiannya.

Pada dasarnya perempuan itu manusia kuat. Walaupun sering kali dipandang remeh bahkan dianggap tak mempunyai kemampuan dan menjadi manusia terbelakang. Namun nyatanya tidak, ia kuat dengan hati yang senantiasa kokoh untuk memperjuangkan hak dan kewajibannya. Ia kuat dengan keyakinan terhadap janji-jani Allah.

Pada dasarnya perempuan itu manusia paling perasa. Hatinya akan otomatis merasakan apa yang ada disekelilingnya. Bahkan karena saking perasanya, ia akan mudah sekali tersinggung terhadap hal yang sebenarnya tak ada pada dirinya. Seperti kebanyakan orang bilang, hatinya bagaikan bak perasa yang sangat luas. Ia bisa menampung dan memendam rasa lama-lama. Tanpa ada celah untuk tumpah dan tercecer ke mana-mana.

Pada dasarnya perempuan itu manusia yang harus dibina. Ia tak akan bisa berjalan sendirinya tanpa tuntunan. Apalagi hatinya yang mudah sekali goyah, maka perlu sekali binaan yang kuat untuk dirinya. Makanya ia membutuhkan seorang imam yang bisa menuntun dan membinanya sampai bahagia di surga.

Dan pada dasarnya perempuan itu manusia normal seperti yang lainnya. Ia akan berjalan sesuai apa yang ia kehendaki, ia akan berlari menuju tujuan yang ia inginkan. Ia juga akan berusaha penuh untuk menggapai cita dan asanya. Hanya saja, cara yang digunakannya berbeda.

Ia akan mengedepankan kata hatinya, ia akan melawan keras anggapan-anggapan yang membunuhnya. Bahkan saat kepingan-kepingan mimpi yang sempat patah, ia mampu merangkai dan menerbangkannya kembali. Sekilas memang terlihat lemah, tapi hatinya sangatlah kuat untuk mengedapankan apa yang menjadi tujuannya.

Jika ia bersikap dengan hati lembutnya, maka jangan sekali-kali kita mengeraskan suara atau bahkan melukainya. Balaslah dengan menyuguhkan hati kembali atas dasar menghargai. Cobalah untuk memahami setiap sikapnya, bukan dengan apa yang ia katakan. Karena sungguh, tiada yang bisa menerka pasti atas apa yang ada dihatinya. Jadi cobalah untuk senantiasa peka terhadap gerak-geriknya.

 

#Day23

#ODOP

#OneDayOnePost


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42