DAY 6
Sadar atau tidak sadar, kita membohongi diri sendiri. Menekadkan
untuk menikmati setiap episode, alur, ataupun cerita. Memantapkan diri agar tak
pernah mengeluh dan protes pada setiap halang rintang cerita. Namun kenyataannya,
kita masih setia menambahkan kata “Seharusnya” pada setiap cerita yang sedang
kita jalani. Kenyataannya pula kita masih beranggapan bahwa bumi tak selalu
berpihak bahkan kejam.
Bukankah itu keluar dari tekad awal kita? Ah, nyatanya potret
cerita orang lain menjadi tolak ukur cerita kita. Nyatanya juga bingkai
kehidupan ini layaknya putaran bumi yang suatu saat siapa saja bisa mencapai
pada titik itu. Benar.
Namun, tidak semua titik harus kita jumpai dengan cara
membandingkan dan keluar dari anggapan yang selayaknya. Harusnya ini ceritaku,
ini ceritamu, ini cerita kita, dan tak harus sama. Harusnya pula tanpa
menginginkan bagian cerita orang juga ada pada cerita kita. Semua sajian cerita
dari Tuhan sudah tertata rapi. Jika tak terima, yang ada kita memberantakkan
cerita yang sudah didesain oleh Tuhan.
Dan, jangan dianggap remeh tentang ini. Karena mudah bagi Tuhan
untuk mengikuti anggapan dan prasangka hamba-Nya. Untuk itu, perlu sekali untuk
setiap saat bersanggapan baik kepada-Nya. Mungkin kali ini aku atau kamu tak
sebahagia mereka, tapi esok atau lusa kita akan mencapai titik termanis dalam
bahagia yang sesungguhnya, atas kuasa-Nya.
Mungkin juga, kali ini aku atau kamu sangat berbeda dalam mengukir
serangkaian cerita yang telah dihadirkan. Atau bahkan mungkin titik temu di
antara kita tak pernah tercipta. Tidak apa-apa bukan? Biarlah kita terpisah
ruang dan waktu. Biarlah pula titik tempuh di antara kita terbentang di ladang
masing-masing, tanpa berpasasan atau bahkan berdampingan.
Semoga kita tak pernah lagi menambahkan kata “Seharusnya” pada
setiap cerita. Tak lagi protes, mengeluh, dan tak lagi menyalahkan semesta atas
timpaan cerita kita. Walaupun cerita kita tak pernah sama, semoga tetap bahagia
ya!
#Day6
#ODOP
#OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar