ODOP CHALLENGE 2

REVIEW FILM TILIK DAN CREAM

1.      TILIK

Film “Tilik” adalah salah satu film pendek yang diproduksi oleh Ravacana Films dengan Dinas Kebudayaan DIY. Film ini berlatar belakang di Sleman, Yogyakarta, dengan suasana alam pedesaan dan kehidupan bermasyarakat di dalamnya.

Ketika pertama kali kita membuka film tersebut, kita langsung disajikan dengan kebiasaan tilik (menjenguk) orang-orang yang terkena musibah. Seperti halnya dengan film tersebut yang menceritakan tentang sekelompok masyarakat yang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjenguk Bu lurah.

Dipadukan dengan kendaraan yang mereka tumpangi yaitu truk, membuat kekhasan masyarakat desa. Ditambah lagi dengan saling bercerita di dalam truk tersebut. Bahkan menjalar sampai saling membicarakan orang lain. Tentu, menggambarkan sekali kehidupan orang-orang desa yang bermasyarakat.

Bu Tejo, adalah tokoh yang paling menonjol dalam film tersebut. Selain dengan gaya bicaranya yang khas, dia mampu menghidupkan film dan membuat penonton tertawa dan ikut ribut menyaksikannya. Watak Bu Tejo yang selalu nyinyir menjadi poin penting dalam film tersebut. Sedangkan watak Bu Ning yang tidak suka terhadap Bu Tejo dikarenakan perkataannya yang tidak bisa dijaga, membuat keduanya saling beradu akting dalam film tersebut.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Bu Tejo lebih sering membicarakan Dian, di mana Dian adalah seorang perempuan terkenal yang ada di desa tersebut. Ia terkenal dengan sifat mengedepankan karir dan suka mendekati laki-laki. Ditambah lagi nyinyiran Bu Tejo saat di Truk mendapat respon dari para penumpang lain dengan disertai bukti-bukti. Tentu, hal tersebut membuat gerang Bu Tejo dan mengakibatkan pertengkaran antara Bu Tejo dan Yu Ning.

Lebih lucunya lagi Gotrek yang merupakan supir truk ditilang oleh polisi akibat membawa rombongan dengan menggunakan mobil terbuka. Seketika itu pula rombongan geram terhadap polisi dan terjadilah kelucuan antara mereka. Akhirnya, truk yang berisi rombongan selamat dari tragedi penilangan tersebut.

Saat rombongan tiba di rumah sakit, langsung saja Dian dan Fikri menghampiri mereka. Fikri adalah anak dari Bu lurah. Dari Dian dan Fikri mengatakan bahwa Bu Lurah belum bisa dijenguk karena masih dalam perawatan di ICU. Akhirnya rombongan kembali ke rumah dengan keadaan sedikit kecewa. Tapi lagi-lagi Bu Tejo mampu menghidupkan dengan menawarkan untuk mampir ke pasar Gede. Pada menit-menit terakhir di Film tersebut, ditayangkan bahwa Dian adalah selingkuhan dari Pak Lurah.

Dari film tersebut tersimpan pembelajaran untuk kita. Antara lain perlunya sikap kepekaan untuk membantu orang yang sedang terkena musibah. Seperti menjenguk orang yang sakit atau semacamnya. Tentang tidak boleh berprasangka buruk dan harus mencari kebenaran sebuah berita sebelum dibagikan ke orang lain. Selain itu film tersebut juga menyajikan pesan berupa tidak boleh pamer dan sikap saling peduli dan kerja sama.

Film tersebut cukup mendidik jika kita melihat dari kaca mata positifnya. Mau apa pun bentuk filmnya, terpenting kita harus pintar dalam mengambil celah pembelajarannya. Guna setelah kita menonton, ada hal baik yang dapat kita petik dan harapannya dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

2.      CREAM

Dalam film “Cream” diceritakan bahwa ada perusahaan yang menemukan krim di mana dibuat dengan menggunakan penggabungan beberapa partikel, pemikiran, dan alat yang canggih. Krim ini berbentuk layaknya kriam pada umumnya. Namun yang menjadi perbedaan adalah krim ini bisa digunakan untuk mengatasi penuangan wajah, operasi anggota tubuh yang gagal, mata yang buta, dan kesehatan yang buruk. Tentunya bisa mendeteksi dan mengatasi permasalahan dengan kecerdasan mereka.

Bahkan lebih dari itu, krim ini bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Tidak hanya untuk benda hidup saja, melainkan bisa digunakan pada benda mati. Seperti televisi yang rusak, mesin mobil yang tua, dan lain semacamnya.  Jika diamati dengan ilmiah, krim ini seperti sihir. Hanya membutuhkan untuk dioleskan atau disemprotkan pada objeknya dan seketika itu akan berubah secara prima.

Lebih menakjubkan lagi, krim ini bisa mengubah keadaan dan suasana menjadi damai dan bahagia. Polusi di kota-kota seketika menjadi teduh akibat adanya krim ini. Kelaparan meraja lela dan seketika bisa teratasi dengan cara menggandakan makanan dengan mudahnya, bahkan bisa berubah jauh lebih banyak. Banyak tanah yang gersang dan seketika pula tumbuh pepohonan dengan rindang akibat disirami dengan krim ini.

Layaknya obat dari segala obat, krim ini bisa mengubah total keadaan. Dari duka menuju suka dan dari sengsara menuju bahagia. Bahkan dengan cara kita berendam di dalam krim ini, maka kita akan mendapatkan kesempurnaan fisik dan mental.

Menurut data dan berita yang beredar, krim ini terbuat dari bayi-bayi yang telah mati dan menyebabkan AIDS. Akhirnya masyarakat membuang dan membakar krim ini. Maka dengan itu munculah satu pruduk baru yang bernama “New Cream”. Di mana produk ini digunakan pada wajah dengan mengatasi semua permasalahan wajah, baik noda, bintik hitam, maupun jerawat.

Penemu “Cream” sendiri akhirnya yaitu Dr. Jack Bellifer dipenjara seumur hidup dengan kasusnya telah membohongi sains, membuat kerusuhan, dan kemarahan.

 

#OdopChallenge2

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

  1. Tugas selesai horeee wkwkw

    BalasHapus
  2. wah betul sekali tentang bagian terlucu di tilik adalah scene ketika gotrek di tilang. ibu-ibu tiada tara powernya... :)

    BalasHapus
  3. Waaaa disuguhkan dengan paragraf yang friendly banget buat mata. Rapi~

    Kereeen. Sukses terus Kak.

    BalasHapus
  4. Betul banget, mau apapun bentuk filmnya, kita tetap harus jeli melihat sisi positifnya

    BalasHapus
  5. "Tentang tidak boleh berprasangka buruk dan harus mencari kebenaran sebuah berita sebelum dibagikan ke orang lain."


    Setuju banget, Kak. Apalagi zaman sekarang ya, dikit-dikit langsung dishare. Padahal belum tahu itu berita bener atau enggak :(

    BalasHapus
  6. Jalan-jalan ke siniii...Setuju nih sama apapun bentuk filmnya, kita harus pintar mencari celah pembelajarannya.

    BalasHapus
  7. Setuju sama kakak..
    Apapun filmnya,kita harus pintar" buat ngambil pelajarannya..

    BalasHapus
  8. Tilik adalah warisan tradisi yang tak boleh hilang 🙂

    BalasHapus
  9. Point yang ketilang itu emang bener banget sih kak, lucu abis. Geli banget waktu liat emak-emak pada tawa seriang itu sambil pake nada ngeledek wkwk

    BalasHapus
  10. Aku yang bingung itu film cream. Tapi alhamdulillah udah selesai review

    BalasHapus
  11. Film tilik dan cream penuh intrik ya

    BalasHapus
  12. Pesan dari cream sebenernya tersirat bgt ya, sangat menggambarkan kehidupan mmanusia masa kini

    BalasHapus
  13. film cream:manusia berdasi yang memiliki kekuasaan penuh.

    BalasHapus
  14. Keren kakak, tulisannya mudah di pahami kakak... tetap semangat menulis kak 😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42