DAY 26
Setiap kali ke sana, aku selalu disuguhkan tentang bayangan kelak
di masa depan. Tentang cerita cinta, perjuangan, keluarga, pekerjaan, mimpi,
ibadah, kebaikan, dan segala macamnya. Bukan hanya segelas teh manis yang
kudapatkan. Melainkan ada beribu tamparan dan nasihat kebaikan pada setiap
sudut rumahnya.
Senyumnya yang tak pernah pudar ketika menyambutku untuk datang.
Bahkan sikapnya yang lemah lembut dalam mempersilakanku untuk duduk di kursi
sederhananya. Kupandangi dinding-dinding rumah yang penuh dengan sertifikat
terpasang. Apalagi dipadukan dengan hiasan anggrek yang ada sekelilingnya.
Empat orang anak yang mempunyai karakter berbeda-beda menjadikan
suasana rumahnya tak pernah sepi. Apalagi si bungsu yang sedang tumbuh dan menikmati
indahnya masa anak-anak. Karenanya, tak ada habis kumembayangkan kelak aku di
posisi seperti itu. Tetap terima kasih atas sajian bayangan indah di masa
depan.
Tak hanya sebatas di ruang tamu saja kumenyeduh teh, aku dibawa
menuju ruang tengah yang minimalis sekali. Aku duduk di karpet bersama
anak-anaknya. Di depannya ada meja kerja sang kepala keluarga. Terlihat rapi
dan bersih dengan hiasan kertas-kertas kerjanya. Di belakang meja itu terlihat
tangga kecil yang menghubungkan antara lantai satu dengan dua.
Yang membuatku sangat terkesan adalah buku-buku yang tersusun rapi
di rak bawah tangga. Terlihat berbagai macam jenis buku ada di sana. Mulai dari
buku anak-anak, buku-buku pendidikan, buku-buku keislaman, sampai kitab-kitab
yang terlihat sangat tebal. Bisa dibayangkan, seakan-akan ada perpustakaan
pribadi di rumahnya.
Selain itu, aku pernah sesekali dibawa ke belakang rumahnya.
Menakjubkan, di sana ada taman bunga anggrek yang indah sekali. Ada anggrek
berwarna merah, ungu, putih, biru, dan segala macamnya. Tentu, membuat mata
betah menatap lama-lama. Membuat hati ikut merekah bahagia menyaksikan
keindahan itu.
Bukan sekali atau dua kali saja kudatang ke rumah itu. Melainkan
hampir tiap pekan kusinggah ke situ. Belajar bersama anak-anaknya dan menyimak
cerita bahagia dari penghuni rumahnya. Aku banyak belajar dari setiap personil
rumah itu. Mulai dari si kepala keluarga yang dengan sikap tegasnya mendidik
anak-anaknya. Si Ibu yang dengan sikap lemah lembut dan jiwa produktifnya yang
luar biasa. Anak-anaknya yang mempunyai kebiasaan masing-masing. Sampai lucunya
kucing-kucing yang selalu dirawat oleh majikannya.
Nyatanya setiap sudut ruangan rumah itu selalu menyajikan cerita.
Berharap kelak aku mendapati keluarga yang seperti itu. Bahagia di bawah atap
surga dan berjalan bersama menggapai rida-Nya. Tak mau juga kuterlena dalam
bayangan itu, hingga akhirnya aku mati kaku tak bergerak untuk menggapai itu.
Mempersiapkan mimpi memang perlu, namun juga harus diimbangi juang dalam
menggapainya.
#Day26
#ODOP
#OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar