DAY 28

 Belajar dari Pagi

Hujan sore lalu menyisakan dingin sampai kala pagi. Angin mesra memeluk tubuh mungil di sepanjang perjalanan mencari kebenaran hati. Pagi itu pula, aku berjalan ke arah masjid dengan rundungan gelisah yang entah apa. Dinginya angin merasuk dan mematahkan tulang lemahku. Mukenaku berkibar-kibar layaknya bendera yang ada di tiang. Iya, seperti berada di laut lepas dengan terpaan angin yang begitu kencang.

Kuletakkan sandalku berjejer rapi dengan yang lainnya. Perlahan kumenaiki tangga dengan harapan ada kelegaan. Benar, satu per satu tangga telah berhasil kunaiki dan terbayangkan di puncak sana ada beribu jawaban atas kegelisahan selama ini. Aku ingin mencapai itu, batinku.

Jika aku melihat diriku sebelumnya, selalu saja diri meraup dan merengek pasrah akibat timpaan yang tak berkesudahan. Setiap kali selesai, ada lagi yang muncul tanpa di sangka. Nyatanya hidup memang tak bisa keluar dari masalah. Dan inilah saatnya, menyadari pentingnya pagi dengan segala pembelajarannya.

Kutenangkan hatiku untuk menghadap Tuhan dan perlahan kuangkat tanganku untuk bertakbir. Seketika berkecamuknya hati menjadi damai dan tenteram. Seakan-akan semua beban yang memenuhi kepala menjadi terangkat dan hilang. Memang benar, mengingatnya melalui salat adalah obat paling ampuh ketika sedang dirundung masalah.

Usai itu, mulutku berkumat-kamit seraya berdzikir. Tidak diragukan lagi, dzikir mengubah sendu dan ragu menjadi damai tanpa semu. Aku berusaha untuk menepis dinginya di pagi hari, namun selalu saja gagal. Tanganku tak kuat untuk tak menyembunyikannya di balik jaket. Seraya menunduk seraya berdzikir yang kupertahankan.

Tentang pagi, selalu menghadirkan ruang untuk kembali. Kembali untuk membuka hari baru, cerita baru, semangat baru, dan berharap tak ada permasalahan baru. Pagi telah mengajarkanku bahwa tak boleh terlarut dalam permasalahan di hari-hari kemaren. Pagi selalu menyapa dengan mudah dan tentu harus disikapi dengan kesyukuran yang mendalam.

Atas pagi yang tak jera untuk hadir, semoga ada hal baru untuk menjadikan diri lebih baik dari hari kemaren. Atas pagi yang tak bosan menyapa dengan senyuman, semoga ada kebahagiaan setelah duka menyelimuti. Atas pagi yang selalu tenang, semoga menghadirkan penyadaran untuk tak mengulangi kesalahan yang sama.

Iya, setiap pagi dengan segala penyadarannya. Dan mari belajar tentang pagi yang selalu kita temui. Semoga bahagia di kala pagi sampai pagi lagi, sepanjang hari.

 

#DAY28

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42