DAY 31

 

Sayatan Luka

Sayatan pedang seakan-seakan menusukku perlahan. Menembus dinding hati yang sebenarnya sudah retak berkali-kali. Tatapanmu yang tak pernah sesekali tertuju kepadaku. Tapi lucunya, kau begitu ceria bercakap dengan mereka. Padahal jelas di sana ada aku yang siap menyimakmu. Ah!, sayatan pedang akan abadi tertancap di sini. Menunggumu untuk mencabutnya dan memupuk lukaku dengan cinta.

Bukan sekali saja kau berbuat seperti ini. Setiap kali kita bertemu dan inginku kontak mata denganmu. Namun kau begitu enggan untuk menatapku satu detik saja. Jangankan bisa duduk mendekatimu. Ruang kita saja terpisah oleh sekat ketidak adaanku. Iya, aku seperti bayangan tak kasat mata yang hanya mengikutimu tanpa kau tau.

Rupanya jatuh hati seribet itu. Karena bukan hanya harapan akan balasan yang ditekankan. Melainkan kesabaran juga harus mendominasi dalam perjuangan. Apalagi jika sudah memutuskan untuk menjadikan seseorang untuk tempat merayakan perasaan. Jika tak terbalas, hanya menjadi ruang penuh kesepian dan kekaucaaun.

Harusnya jatuh hati bukan pekerjaan sendiri, melainkan pekerjaan berdua. Namun lain halnya denganku yang pura-pura bahagia padahal ada sayatan luka akibat ulahmu. Artinya, kita benar-benar tidak sedang jatuh hati. Aku saja yang menjatuhkan hatimu kepadaku. Lalu kamu menyayatku. Kejam

Jatuh hati adalah konsekuensi. Di mana harus siap bahagia atau terluka. Walau aku sudah terluka bahkan sudah berkawan lama. Tapi aku tetap meriuhkan semoga agar luka segera berganti bahagia. Jika tidak dengamu, semoga ada pengganti yang lebih mengerti.

Tak lupa untuk berterima kasih kepadamu yang telah membutakan rasaku. Jelas aku tersadar, bahwa rasa tak selalu harus dicurahkan. Cukup aku simpan dan aku tikung lewat malam sendu dan sunyiku. Aku tetap bahagia atas sayatan luka. Dan semoga kau tak mendapatkan yang serupa.

 

#DAY31

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42