DAY 35
Pemeran Utama
Aku adalah pemeran utama di hidupku. Begitu juga dengan kamu, dia,
kita, atau mereka. Masing-masing dari kita sudah mempunyai naskah dan alur yang
tak bisa kita ubah dengan sendirinya. Bahkan sampai bantuan dari sutradara mana
pun tak akan bisa, tak pernah akan bisa.
Kita mencoba untuk menikmati setiap detik dengan sajian cerita yang
telah ada. Menghuni ruang dan berjalan bersama waktu yang kita tak bisa
memintanya. Ada kalanya protes perihal kenapa harus ditempa dalam ruang penuh
duka. Ada kalanya pula protes kenapa harus dipertemukan dengan waktu yang tak
ada bahagia di dalamnya.
Namun, kita tetap pemain utama dalam hidup kita. Tak akan pernah
bisa kita mengganti atau bertukar cerita dengan orang lain. Aku di ceritamu dan
kamu di ceritaku, tak akan bisa. Setiap detik yang terjadi, akan membentuk
siapa aku. Dan setiap detik yang terlewati, akan menjadi cerita untuk aku pula.
Hari ini mungkin kita belajar tentang bahagia, esok bisa jadi duka.
Hari ini kita belajar tentang semangat, esok bisa jadi kita lemah. Ya, hidup
memang sepaket dengan rasa hambar, sakit, asam, dan manis. Tanpa kita bisa
menebak dan meminta untuk terus bahagia dan selamanya bahagia..
Nyatanya bumi pun tak selalu berisi orang baik. Seperti halnya
novel atau layar kaca yang menyajikan cerita dari orang baik dan jahat, atau
bahkan dipadukan antara keduanya. Hidup juga seperti itu. Walaupun label baik
dan jahat itu berbeda-beda, tergantung presepsi dari masing-masing kita. Kita
yang berniat baik, lalu Tuhan hadirkan orang jahat. Kemudian kita goyah dan
menjadi bagian darinya. Tetap, kita adalah tokoh utama dari cerita kita
sendiri.
Atau bahkan ada yang menjadi penyamar ulung untuk menjadi pura-pura
baik. Ada saja memang. Demi menyandang gelar pujian dan sanjungan. Iya, dia
juga menjadi tokoh utama dalam ceritanya. Tanpa dia tau dan paham perihal
dampak yang akan ia dapatkan. Bisa jadi alur cerita yang semula didesain
menarik, menjadi berubah atas kuasa Tuhan.
Di balik itu, kita juga tak bisa hanya diam dan terpaku di cerita
kita sendiri. Kita harus bergerak, singgah, dan juga menjadi tokoh di cerita
orang lain. Pastikan kita menjadi tokoh yang berpengaruh untuk orang lain.
Bukan hanya sekedar singgah tanpa meninggalkan jejak. Pastikan juga perilaku
kita berpedoman pada naskah terbaik, yaitu kalam-Nya.
Tentunya sebagai pemeran utama yang menjadi pionir dalam cerita,
harus bisa mengendalikan dirinya. Tak boleh goyah dan tak boleh sesekali
meninggalkan naskah sebagai pedomannya. Tetap berpijak walau dihantam oleh
tokoh-tokoh jahat. Tetap tegak walaupun kisah tak selalu berpihak. Tidak
menjadi pemain bayangan dan tidak sandiwara dalam bertindak.
#DAY35
#ODOP
#OneDayOnePost
Benar sekali. Dan jangan pernah menjadi orang lain.
BalasHapusTidak akan sama meskipun mengikuti jalan orang lain..
BalasHapusSenandika yang indah untuk senin tetap semangat
BalasHapusSetuju sama Kakak..
BalasHapusSemua itu pemeran utama dalam kisahnya masing-masing.
"Tidak menjadi pemain bayangan dan tidak sandiwara dalam bertindak." uuu kereen
BalasHapuskita punya alur hidup yang berbeda, tapi tetap kitalah pemeran utamanya
BalasHapusMantap. Setiap orang punya kisah hidup, perjuangan, dan tantangan masing-masing.
BalasHapusJalani saja apa yang sudah menjadi jalan kita, entah pahit atau manis, mereka nantinya akan menjadi kenangan yang berharga 🤗
BalasHapuskita tak bisa bertukar cerita atau peran kita dengan orang lain, nyes banget di hati kalimat itu mbak...
BalasHapus