DAY 36

 

Juangnya Ibu


          Ibumu memang harus seperti ini Nak, mengajarkan ilmu sejak masa kecilmu. Begadang hanya demi ramainya malammu. Menahan lelah dan ngantuk demi kau lebih dulu pulas di tidurmu. Bercengkerama dengan malam agar kau selalu dalam lindungan. Mengeja pelan pada bait-bait cinta hanya demi kau bisa mengikutinya.

Ibumu memang harus seperti ini Nak, mengatakan sudah kenyang hanya demi kau makan duluan. Mengatakan baik-baik saja hanya demi kau bahagia. Menutupi rapat atas duka hanya demi kau ceria. Iya, Ibumu memang seperti itu, semua Ibu.

Ibumu memang harus seperti ini Nak, rela berjalan jauh demi tujuan asamu. Melupakan waktu istirahat hanya demi bersamamu. Bersedia menjadi tongkat ketika kau terpapah. Bersedia menyajikan pundak jika kau ingin menyerah. Bersedia memberikan sejuta cinta jika kau hendak pasrah. Hingga semua darinya patut sekali menjadi sejarah.

Ibumu mungkin tak sempurna, hanya wanita penghujung zaman dengan ilmu yang tak seberapa. Ibumu juga mungkin hanya wanita biasa, dengan segudang rasa sabar atas cobaan yang diterima. Hanya sebatas ranting kering yang sesekali patah diterpa angin. Namun, Ibumu tetap berusaha tegak untuk menjadi tiyang penyangga bagi anak-anaknya.

Tapi Nak, Ibumu tetap menjadi ratu di rumah sederhanamu. Walau ia ratu tak bermahkota, tapi ia bertelapak kaki surga. Ibumu juga menjadi bidadari di rumah indahmu. Walau ia tak bersayap, tapi ia menyajikan cinta tanpa senyap. Memelukmu dengan kahangatan yang menghadirkan kenyamanan.

Sungguh Ibu, aku tak mau lepas dari pelukmu. Inginku bersemedi dalam naungan cintamu. Inginku diam di bawah doa-doa terbaikmu. Hingga aku tersentak dan tersipu malu karena segala juangmu. Semoga realisasi doa-doa terbaik juga kembali ke dirimu. Semoga juga atas hembusan nafasmu berbuah kebaikan untuk anak-anakmu. Hingga bisa membawamu berada dalam bahagia tanpa semu.

 

#Day36

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42