ODOP CHALLENGE 5

 

Diterkam Duka

Soratan matahari menyinari bumi. Melambai sapa pada setiap insan perindu merdeka. Pohon dengan rindangya memberikan kehangan pada semut-semut yang mendekam di bawahnya. Sedangkan insan dengan gelisahnya menanyakan ada apa dengan dunia. Dan kini sinar itu tak lagi melambangkan bahagia. Melainkan karena kita sedang diterkam duka dan lara.

Aku termenung dalam diam seraya mengingat-ngingat kembali perihal apa yang sudah terjadi dengan bumi. Belum berakhir wabah yang sudah berkawan lama, tapi bumi kembali diguncang derita. Manusia dilanda susah akibat tak ada payung mesra dari pemerintah. Sedangkan diri terpaku, merenung, gelisah, dan entah mau berbuat apa.

Jeritan manusia dengan suara lirihnya mengadu pada Tuhan. Merengek merdeka dari tuntutan para penguasa. Rakyat kecil hanya bisa apa? Hanya dilimpahkan beban akibat rampasan hak-hak manusia. Mereka boleh saja berleha-leha di kursi besarnya, namun rakyat tetap penguasa penuh pengendalian negara. Tiada rakyat negara bisa apa.

Ada harapan yang tak bosan rakyat lontarkan. Dengan penguasaha semoga dianugerahkan hati nurani. Membersamai rakyat dalam menyongsong cita bangsa dan menjadi pembukti kehebatan untuk negara. Semoga.

Dan hari ini aku belajar, perihal bungkam memang  tak berguna. Menyuarakan keresahan demi kelayakan. Berdiri pada barisan pembela kebenaran dan berjalan menuju pembebasan. Mari!

 

Dereta peristiwa di separuh lebih 2020

 

#ODOPCHALLENGE5

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42