DAY 56
Ada Saja Cara Allah
Allah tak pernah kehabisan cara untuk membuat kita menjadi lebih
baik. Bahkan saat kita merasa bahwa diri telah baik, Allah masih saja
menghadirkan narasi untuk kita menjadi lebih baik lagi. Tanpa disangka, segala
yang menimpa menjadikan diri kita lebih dewasa, lebih baik lagi.
Allah tak pernah kehabisan cara untuk menghadirkan orang lain
sebagai perantara. Membantu saat langkah yang kian melemah, tekad yang padam,
dan semangat yang runtuh. Bahkan terkadang orang itu datang tepat saat kita membutuhkannya.
Artinya, Allah selalu bersama prasangka hamba-Nya, jika kita menyakininya.
Lebih hebatnya lagi, saat diri sedang terkapar derita, tidak lagi
dapat berbicara, tidak tau lagi pundak mana yang siap menjadi ruang pelampiasan.
Lalu dengan mudahnya Allah kirimkan nasihat sejuk-Nya. Lewat kalam dengan
bahasa dan arti indahnya, lewat postingan di media sosial yang sangat menyentak
dan menyadarkan. Serta hadirnya kata-kata bijak yang memoles hati tanpa henti.
Ketika diri sedang dihimpit materi, uang pun sedang menipis, atau
bahkan untuk makan saja terasa berat untuk membeli. Dengan mudahnya Allah
kirimkan rezeki untuk menepis susah. Allah kirimkan bantuan dari arah yang tak
pernah kita sangka. Allah kirimkan makanan lewat perantara orang-orang baik
yang ada di sekeliling kita. Hingga diri hanyut dalam tangisan dan tenggelam dalam
kesyukuran.
Ketika diri sedang dilanda musibah, Allah kuatkan dan sadarkan
dengan hadirnya hikmah pada setiap purnanya. Karena tak ada musibah atau
kesedihan yang hadir kecuali untuk menguji keimanan hamba-Nya. Tak pula hadir
melebihi batas kemampuan hamba-Nya.
Ketika diri sedang sakit, artinya Allah memberikan waktu untuk kita
bisa istirahat. Dari lelahnya mengejar dunia yang tiada ujungnya dan dari
penatnya rutinitas harian yang membosankan. Bukan tanpa alasan, Allah menyajikan
waktu sakit untuk jeda dari segala kebiasaan dan menjadikan kita untuk lebih
mengingat akhirat. Sekali lagi bukan tanpa maksud, Allah tak pernah sia-sia
menghadirkan segala apa pun di dunia.
Untuk lelah, Allah jadikan sabar dan salat sebagai penolongnya.
Untuk jiwa yang lusuh dan kabur, Allah jadikan dzikir sebagai penawarnya. Untuk
segala harapan, Allah jadikan doa sebagai sarana merayu dan memohon kepada-Nya.
Dan untuk segala apa pun itu, Allahlah satu-satunya yang menjadi solusi dan
tempat kembali.
Hingga akhirnya, kita akan sadar. Bahwa hanya Allahlah segala
tempat dan waktu untuk diri berpulang. Bahwa hanya kepada Allahlah diri
melangitkan harapan dan memohon pertolongan. Tiada dzat lain yang melebihi
baiknya dari sifat Allah.
#Day56
#ODOP
#OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar