DAY 59
Antara Diri Sendiri atau Orang Lain
Barangkali ada yang beranggapan, bahwa bersama-sama adalah hal yang
menyenangkan. Menyatukan rasa, pendapat, pikiran, langkah, dan juga tangan.
Termasuk dengan kamu yang terlalu fokus pada harapan akan hidup bersamanya. Sama-sama
memulai dari titik nol, sama-sama berjuang, dan sama-sama akan sampai pada
titik tujuan.
Tak hanya sekedar itu, kamu tak mau jika tanganmu hanya digunakan
untuk keperluan sendiri, untuk memuaskan keinginan pribadi, dan diam akan
sekitar. Karena nyatanya, kamu terlalu leluasa dan mudah untuk mengulurkan
bantuan. Menyembuhkan dirimu, membahagiakan dirimu, dan membuat dirimu agar
senantiasa baik-baik saja.
Ya, senantiasa mengulurkan bantuan memang kemuliaan. Bahkan sampai tak sadar bahwa dirimu juga
sebenarnya membutuhkan bantuan. Barangkali juga nasibmu sama seperti mereka
yang diberikan bantuan, atau bisa jadi lebih berat dan parah. Hanya saja kau
tak memperdulikan dirimu sendiri. Terpenting orang lain bahagia dan suka.
Bagi yang sudah menjadikan sifat ini sebagai kebiasaan, tentu hampa
rasanya jika satu hari saja tak menemukan orang lain, tak menebar senyum kepada
orang lain, dan tak bercengkerama dengan orang lain. Rasa-rasanya hadirnya
orang lain adalah menjadi hal wajib pada setiap potongan narasi. Kepuasan dan
kebahagiaan orang lain juga demikian, menjadi tujuan utama bagimu.
Tetapi apakah pernah terbesit dipikiranmu jika kemungkinan akan ada
saatnya kamu berbenturan dengan orang lain. Atau bantuan yang kau ulurkan tak
selalu mendapatkan respon sesuai harapan. Sudah risikonya memutuskan untuk
hidup bersama orang lain. Mengampil setiap potret dengan lakon orang lain dan
menarasikan semuanya untuk orang lain. Dan perihal balasan, hanya Tuhanlah yang
dapat berkehendak dan menentukan.
Sungguh mulia sekali bagi orang yang mengedepankan kepentingan
orang lain. Memilih mengulurkan bantuan dari pada diri ditikam kesendirian. Walaupun
tak selamanya seperti itu, karena ada kalanya kau harus berbuat dengan bijak. Menyempurnakan
kebahagiaan yang selurunya untukmu dan mementingkan dirimu sendiri sebelum
orang lain.
Jangan terlalu mementingkan orang lain jika dirimu saja membutuhkan
keselamatan. Karena sejatinya orang pertama yang dapat menolong dirimu hanya
dirimu seorang. Jangan pula berlaku egois dan mementingkan kepentingan pribadi.
Lihatlah lebar-lebar di sekelilingmu, banyak hati dan diri lemah yang butuh
kamu kuatkan. Banyak kesdihan yang kau harus tepis dengan kebahagiaan.
Ya, mari melayani diri sendiri dan orang lain dengan sebijak
mungkin.
#DAY59
#ODOP
#OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar