DAY 75

 Mendayung di Muaraku

Aku paham, bahwa sampai saat ini aku belum menemukan titik bahagia atas semua kerahan ingatan yang telah kutuangkan ke dalam lembaran. Bahkan, ini hanyalah sebatas kenangan tentangnya yang berserakan. Kemudian kupungut dengan perlahan dan menyajikannya ke dalam aroma kenyamanan.

Tetapi nyatanya, tak semua berhasil kukumpulkan, ada perasaan yang tertinggal di tempat dahulu kau bersemayam. Rasa yang menjamu menjadi rindu, hingga hanya kulampiaskan dengan kata yang kumampu. Tak sekedar itu, ada lagi yang tertinggal sebab kedatanganmu. Entah alunan musik yang perlahan menjauh, bekas tapakkan kakimu, atau bahkan hanya sekedar aroma kopi kesukaanmu.

Ya, walaupun tertinggal, ia telah menjadi konsumsi hati tanpa disadari. Bersemayan pada bait-bait kelamnya malam. Memuncak dalam kesunyian saat purnama tiba. Saling sapa bersama dedaunan di balik jendela. Hingga kenangan itu menjadi kawan tanpa mau pergi. Aku menyukainya.

Seperti menatap senja di antara gedung-gedung pencakar langit. Aku merindukan pucuk-pucuk pertemuan seperti kenangan lampau. Tertutup dan aku tak bisa menggapai itu. Bagiku tak apa, walaupun semakin lama semakin kususah meraihnya. Dan kini, mungkin tinggal harapan semu. Rasa yang sama tapi kau tak kembali.

Atas semua itu, kini menjadi riak-riak masalah yang bersemayam. Sebelum aku menyelesaikannya, berharap riak-riak itu menjadi buih-buih kebahagiaan tanpa disangka. Kau datang perlahan, menawarkan kopi yang sempat kurindukan, dan bercengkerama di bawah pohon rindang di antara embun kesenduan. Mustahil rupanya.

Namun jika aku terus-terusan menetap pada muara kesenduan, lantas siapa yang bisa menyajikan jalan keluar? Biarlah semua ingatan tentangmu menjadi gairah untuk menyambut masa depan. Biarlah kutetap mendayung di muara, tapi kenangan tentanmu patut untukku tenggelamkan.

 

#Day75

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 44

DAY 13

DAY 74