DAY 76

 Berjeda dengan Sengaja

Memang benar, menulis tak perlu memerlukan jeda. Biarlah ia terus mengalir bersama perasaan yang dipungut dengan perlahan. Mulia sekali tentunya, dari pada berserakan dan tak terekspresikan. Anggapku sederhana, karena cukup aku menjadi diriku dengan berkawan bersama tulisan. Walaupun tak heran, jika sempat kehabisan dan terjebak dalam pojok kebingunan.

Lantas masih mau seterusnya berkawan bersama tulisan? Iya, karena yang paling berkesan dari proses menulis adalah bagaimana aku menemukan suatu ide dan kemudian menyambung ke ide yang lain. Seolah-olah menyambungkan titik yang awalnya terasa sangat jauh sekali. Seolah-olah pula menemukan bongkahan harta karun. Tentu, tiada yang dirasa selain bahagia.

Terima kasih atas 75 hari lalu yang berhasil keraup dengan sempurna. Walaupun kusempat berada dalam ruang kosong, tak menemukan jalan pintas, bahkan pintu untuk keluar pun terlihat buram dan perlahan menghilang. Tetapi nyatanya, keterjebakkan itu hanyalah ulahku endiri. Dan aku tak hanya diam, melainkan berusaha untuk membukannya.

Terima kasih atas sendu dan pilu yang berhasil menjadi leburan kata dalam lembaran. Walaupun sempat ku tak kuasa menuliskannya, tetapi nyatanya berbuah menjadi kelegaan dengan berjuta taburan kedamaian. Terima kasih atas suka dan bahagia yang datang. Dengannya kusemakin yakin, bahagia bisa datang dari arah mana saja. Dengan menulis contohnya dan aku menemukan bahagia, sangat bahagia.

Karena nyatanya, hanya saling memahami, saling berharap untuk bertukar sapa, tak selalu berakhir dengan bahagia. Sesekali membuat menangis jika tak menemukan realisasinya. Makanya jangan enggan untuk sepertiku, melampiaskan apa pun ke dalam tulisan. Jika sampai meronta pasrah bahkan menghamburkan marah, hanya diri yang tau dan kertas lusuh menjadi buktinya.

Bukan hanya sekedar melampiaskan pikiran saja, melainkan atas tulisan-tulisan ini berharap menjadi ladang dakwah. Mengajak dengan kata, kemudian merekatkan dengan cinta, dan berlanjut untuk mengambil hatinya dengan buaian diksi bermakna. Dan berakhir pada perilaku mulia dari masing-masing kita.

Ya, sekali lagi terima kasih atas senggangnya waktu. Walaupun tak selamanya senggang, tetapi nyatanya membuat hilang jika sehari saja tak berkawan dengan tulisan. Tak lupa, terima kasih untuk uluran cerita, estafet kata, dan membagi makna dalam kehidupan. Terima kasih.

Ini bukan sebuah perpisahan, hanya saja aku memutuskan untuk membuat jeda dengan sengaja. Supaya hatiku sedikit reda atas torehan tinta yang belum menemui habisnya. Sembari kumenyiapkan kalimat yang lebih baik lagi. Selamat rehat kawan, semoga kembali bertemu pada lembar di tulisanku selanjutnya.

 

#DAY76

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 44

DAY 13

DAY 74