DAY 2

 

Aku Tumbuh Dewasa dan Lebih Bahagia

       Tak ada bosannya untuk aku membuka kembali lembaran-lembaran kenangan yang kini mulai usang. Bahkan setiap dari kenangan yang tersimpan, selalu menghadirkan harapan agar bisa kembali merasakannya, sebentar saja. Nyatanya waktu tak bisa berpihak, diri pun tak punya kuasa, dan biarlah semua berjalan dengan semestinya. Aku bahagia sebab aku bisa berteman dengan masa, harapannya.

Tiada yang salah dari diriku yang sempat hidup di masa lalu. Berteman dengan kisah yang sungguh berbeda dengan sekarang. Bersyukur pula aku bisa hidup sampai sekarang. Dibina dalam lingkaran cinta dan dibesarkan dalam dekapan orang-orang yang sangat menyayangiku. Dulu aku tak tahu, tentang apa itu cinta, apa itu cita, dan apa itu cerita. Yang aku tahu, cinta hanya tentang dua orang yang hidup berdampingan dan bahagia. Yang aku tahu, cita adalah keindahan yang asik jika dibayangkan. Yang aku tahu pula, cerita adalah deretan episode bahagia yang tiada ujungnya.

Namun nyatanya tentang cinta tak sesempit itu. Cinta tak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Cinta pula tak bisa dideskripsikan seperti apa pun. Yang jelas cinta menghadirkan segalanya, tentang bahagia, rasa, kasih, dan sayang. Tentang cita tak hanya sekadar angan. Karena hakikat cita adalah perjuangan menggapainya. Sangat tak pantas jika hanya berangan tapi tak berjalan. Tentang cerita juga tak melulu tentang bahagia. Ada tawa yang lepas seusai air mata, ada duka selepas suka di dada. Begitu luas dan tak seperti apa yang kukira. Untuk itu, perlu sekali membuka mata setiap saat dan melebarkan telinga dengan ketajaman. Tak lupa, hati harus selalu terpaut dengan segala keadaan.

Rumitnya rayuan hati yang semakin tercampur dengan ambisi, nyatanya berhasil membunuhku secara perlahan. Aku sibuk bertengkar dengan diriku sendiri. Aku sibuk menatap ke depan, namun jalan yang kutempuh masih saja suram. Masa lalu selalu saja terselip di setiap tatapan tajamku. Menabrak pada garis keseriusan deru langkah. Akhirnya, langkahku tak lagi sempurna. Bahkan sering pula menoleh ke belakang dan kembali ke asal.

Aku tersentak, ketika apa-apa yang ada didepanku dengan sajian kebahagian sesungguhnya. Orang lain begitu bahagia tanpa menghiraukan masa lalu. Orang lain pula bisa berjalan cepat tanpa melihat jalan di masa lalu. Sedangkan aku, hanya menyadarkan diri lalu kembali seperti semula lagi. Sungguh, labilnya hatiku.

Masa lalu tak akan kembali dan tak akan pula menghampiri. Yang ada masa lalu hanya perlu dikenang dan diambil pelajaran. Tapi tak semuanya harus dikenang, karena ada kalanya harus dilupakan. Toh buat apa dikenang kalau menyakitkan. Terpenting aku dan kamu tak pernah ada kata bosan untuk mengambil celah kebaikan pada setiap yang telah dihadirkan.

Harapanku, cukup aku dan kamu sama-sama belajar tentang masa lalu. Setelah itu, kita sama-sama menyongsong masa depan dengan tekad dan semangat. Sekarang, aku tak lagi terusik dengan masa lalu. Tak lagi ingin kembali ke episode-episode di masa lalu. Aku yakin, bahagia di masa depan akan beribu kali lipat, tanpa kusangka. Yakin! J

 

#Day2

#ODOP

#OneDayOnePost

Komentar

  1. Sampai sekarang pun aku masih belajar untuk tidak sering melihat masa lalu. Ceritanya relate banget sih.

    Akan tetapi tetap berusaha fokus masa sekarang dan tidak mengkhawatirkan masa depan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepatnya tidak terlarut dalam masa lalu dan tidak pula khawatir terhadap masa depan

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42