DAY 3
Sebelum kau
mencintainya, ternyata kau lebih dalam mencintai dirimu sendiri. Meski seringkali
jatuh, terpapah, ingin menyerah, dan segala macamnya. Tetapi, hatimu begitu
tangguh atas semua yang menimpamu. Hatimu begitu lincah mengatakan bahwa semuanya
tidak apa-apa. Hanya karena ingin kau tetap mencintai dirimu sendiri,
seutuhnya.
Banyak kali
kegagalan yang kau temui secara langsung. Banyak kali kesedihan yang kau
rasakan tanpa jeda. Namun, kau tetap tiada hentinya untuk menyemangati dirimu
sendiri. Karena kau percaya, akan ada lebih banyak bahagia dari pada sedihmu.
Walaupun belum sekarang, bisa jadi esok, lusa, atau pun kelak.
Sering kali
pula kau bertengkar dengan dirimu sendiri, mencari kebenaran tentang dirimu
sendiri, dan menepi dari keramaian hanya ingin ketenangan. Tetapi, lagi-lagi
kau mampu menepis itu. Menyelesaikannya dengan bijak, hanya ingin hatimu
seperti sedia kala.
Selayaknya
seperti itu, mencintai diri sendiri tanpa terhenti dan tanpa melemah. Karena
diri sendiri adalah kejujuran paling mendalam. Karena diri sendiri adalah
dorongan semangat tanpa kelelahan. Selayaknya seperti itu, mencintai diri sendiri
sebelum benar-benar kau membagi cintaimu ke yang lain.
Pernah sesekali
kau mencoba menaruh cinta pada sesama, mengabaikan hati sendiri yang jelas
menerka-menerka akan apa yang terjadi. Ternyata benar, kau kecewa dan terluka.
Namun, kau mampu mengobatinya dengan cinta yang begitu mendalam dari dirimu
sediri. Pernah sesekali pula kau mempermainkan cinta, menempatkan cinta pada
tempat dan waktu yang tidak tepat. Lagi-lagi, atas luka dan kecewa yang kau
dapat bisa teratasi dengan sempurna. Akhirnya dengan tekadmu, kau menata ulang
cinta dan kembali bahagia.
Kelak, saat
kita benar-benar mengerti tentang hakikat cinta yang sebenarnya, tak ada kecewa
yang diterima apalagi luka. Jika ada luka pun, cinta dari diri sendiri lah yang
dapat mengobatinya, dengan kasih dan rasa yang begitu besar. Pastikan juga
cinta yang seutuhnya tertuju pada diri mungil kita, selamanya tanpa diterpa
masa.
#DAY3
#ODOP
#OneDayOnePost

"Mencintai diri sendiri, seutuhnya" sungguh kalimat yang begitu mendalam rasanya.
BalasHapusSuka dengan gaya bahasanya, sepertinya ada sesuatu yang sama diantara uuuuuu...
Ada yang sama di antara kita? yuk kapan-kapan kita kolab, eh :)
HapusDiantara kita
BalasHapusini senandika kah? gaya bahasa dan diksi nya smooth sekali, nice :)
BalasHapusBelum begitu paham tentang senandika kak, tapi setelah saya cari tau ternyata hampir mirip juga. padahal tak ada niatan buat nulis semacam senandika. hehe, terima kasih
HapusNoted :)
BalasHapusHanya cinta dari diri sendiri yg bs menyembuhkan luka
benar sekali, kataku.
HapusWaah bagus kak tulisannya.. secara tidak langsung bisa mengajak orang lain untuk lebih mencintai dirinya sendiri
BalasHapusIya seperti itu kak, terima kasih.
Hapusbe your self and i love my self ... intinya cintai dirimu sebelum kamu menuntut dicintai atau mencintai orang lain... duch seperti pakar cinta ... tapi pokok positif thinking bahwa kita lah yang terbaik dan harus dihargai dulu ...semangat
BalasHapusTerima kasih, POV 2 itu apa ya kak?
BalasHapusUwuwu, terima kasih kak. Siap selalu :)
BalasHapusMencintai diri sendiri adalah penyembuh luka terbaik. Semangat nulisnya kakaaak...
BalasHapusTerkadang kita suka lupa untuk mencintai diri sendiri ya kak, aku sering memikirkan. Perasaan orang lain lalu mengabaikan perasaan diri sendiri 😢
BalasHapus