DAY 1

 

Kenapa Harus Menulis?



Karena segalanya berhak menjadi tulisan, segalanya berhak menjadi cerita, dan segalanya pula berhak menjadi karya. Tentang apa pun dan di mana pun bisa dikemas lewat tulisan, lalu menghadirkan cerita untuk orang lain. Kian berlanjut dan memberikan pengaruh besar kepada orang lain. Entah pengaruh berupa semangat, motivasi, cara pandang, atau bahkan mengubah hidup seseorang.

Tulisan juga tidak melulu tentang cerita, melainkan juga tentang harapan dan doa. Banyak sekali tulisan yang tersebar di mana-mana dengan menyelipkan doa-doa luar bisa. Bisa dibayangkan saja jika tulisan-tulisan itu dibaca oleh banyak orang, sudah pasti banyak juga yang mendoakan. Sudah pasti juga banyak yang mengaminkan. Tentu, peluang untuk terkabulnya doa jauh lebih besar, tanpa kita tau dari siapa yang mendoakan dan di mana ia.

Aku suka menulis, sebab dengan menulis aku bisa bebas. Aku bisa bereskpresi tanpa adanya pembatasan ruang dan waktu. Sesukaku dan semauku untuk menorehkan tinta di lembaran. Terus alasan terkuatnya? Aku tak tau. Karena jika dibayangkan menulis itu tidak menjadi satu-satunya jalan untuk beraktivitas yang bersifat manfaat. Banyak sekali aktivitas lain yang tentunya lebih mudah dan menyenangkan.

Bagiku, menulis hanya mengandalkan hati yang perasa, otak yang terikat, dan tangan yang tak ada kata lelah untuk mengetik kata per kata. Semudah itukah? Tidak. Karena sering kali pula otak merasa buntu, tak bisa berfikir, apalagi menghadirkan ide-ide luar biasa. Sering kali pula hati yang tak sejalan dengan keadaan. Keadaan yang seperti ini, sedangkan hati maunya seperti itu.

Tetapi, menulis tetap hal yang menyenangkan, sangat menyenangkan. Bukankah ulama-ulama Islam juga menyukai dunia kepenulisan? Sehingga ia dapat melahirkan karya-karya luar biasa dan kita dapat menikmatinya sampai sekarang. Hasil tulisan yang bagus tidak lepas dari cara pikir, buku yang dibaca, hati yang tangguh, dan pengalaman yang setia diabadikan. Lalu sudah berapa banyak buku yang para ulama baca? Tidak lain sebanyak harapan mereka, sebanding dengan keberhasilannya. Buku yang telah kita baca adalah bagian lini terkecil dari buku-buku yang telah mereka baca.

Lagi, sepatutnya kita mengambil peran mulia itu, mengubah hidup seseorang lewat tulisan. Sudah bersediakah? Aku rasa kita adalah calon-calon perangkai kata luar biasa. Satu hal lagi, tulisan adalah bahasa. Di dalam tulisan juga ada sastra. Jadi ketika kita sedang menulis, maka kita sedang berbahasa dan bersastra. Pastikan juga tulisan-tulisan kita adalah mengandung bahasa yang sesuai dengan sastra yang indah. Untuk itu, jangan segan belajar dari tulisan orang lain. Agar kelak, taburan ilmu itu ada seraya kita berkarya. Mari menulis!

 

 

#Day1

#ODOP

#OneDayOnePOst

Komentar

  1. Tulisan yang mengandung optimisme cukup besar. Mungkin sedikit asupan substansi, kadangkala bila kehabisan ide dari otak, rangsangan dari panca indera kita yang lain bisa membawa inspirasi. Tetap berkarya tetap menulis yak

    BalasHapus
  2. Empat kata buat kamu : Aku Padamu Kak Trimowati. Tulisannya masih dangkal kayak saya. Jangan kasih kendor, kita sama2 belajar. Kedepannya Insya Allah akan jauh lebih baik. Semangat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAY 13

DAY 41

DAY 42