DAY 53
Bukan Kepuasan Semata
Jarang sekali si mungil pergi di pagi-pagi buta. Mengenakan jilbab
biru tua, sepatu casual, jaket organisasi dan satu botol air minum yang
diletakkan di tas kecilnya. Ya, rupanya ia bergegas untuk membuka mata lebih
lebar lagi, menghirup udara segar dari ketinggian, dan memaknai kebersamaan
pada tempat yang berbeda.
Hari ini adalah kali ke dua kumenaiki gunung, menapakkan kaki pada
tanah yang berbeda, melangkahkan kaki pada terjalnya rintangan, dan merangkai
cerita dengan ruang yang tak sama. Jika sebelumnya aku hanya terfokus pada
ruang sempitku dan memaksa untuk pikiran tetap meluas. Tapi kali ini kuberhasil
keluar dari penjara, menerbangkan imajinasi yang tak terbatas, dan berharap
bisa kurangkai untuk kemanfaatan.
Tentunya, pada setiap cerita akan selalu ada titik untuk kita ambil
manfaatnya. Seperti saat naik gunung ini. Aku menemukan jiwa-jiwa yang kuat dan
pantang menyerah sebelum sampai di puncak. Aku menemukan rangkulan semangat
pada setiap meter yang terlewatkan. Dan aku menemukan uluran tangan dan nasihat
baiknya jika lelah menghadang.
Pada puncak yang menanti untuk kita tapaki, rupanya tak berarti
jika tak ada rasa kebersamaan saat kita menujunya. Ibaratnya, saat satu lelah,
maka yang lain harus mau berhenti. Saat satu keluar dari barisan, maka yang
lain harus peduli. Bukan kaki siapa yang paling cepat dan kuat, tapi tentang
hebatnya rasa kebersamaan saat juang menghadang.
Aku belajar banyak hal. Pada liarnya rumput-rumput yag bergoyang
diterpa angin kencang. Pada kokohnya pohon dengan keteduhan di atas sana. Pada
tanah dan batu yang rela diinjak tanpa mengelak pasrah. Pada angin yang
memberikan semilir pada insan di atas sana. Pada luasnya langit yang tak ada
sudut batasnya. Dan pada setiap objek yang memukau mata.
Tentu capek, kepuasan pun juga didapat. Bahkan ratusan poto menjadi
hal wajib yang harus dibawa saat kembali. Kemudian dibagikan pada setiap
lembaran sosial media. Wajar bukan? Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan,
melainkan sadarnya diri akan hebatnya ciptaan Tuhan. Menghadirkan gunung dengan
sejuta keindahan, menyuguhkannya untuk membuat manusia bahagia. Tiada yang
pantas diucap kecuali kekaguman atas kuasa-Nya.
Ungaran, 29 Oktober 2020
#Day53
#ODOP
#OneDayOnePost

MaasyaAllah Tabaarokallah. Maka nikmat Tuhan Manakah yang Kita dustakan?
BalasHapus:)Closing tulisannya mantap kak
Udah dari dulu penasaran dan pengen daki gunung, tp g dibolehin :(
BalasHapusMeskipun Bandung dikelilingi gunung, tapi gak pernah mendaki gunung 😅 Yang beneran mendaki gitu
BalasHapus
BalasHapusUntuk aku yang tidak pernah mendaki gunung, kakak keren sekaliiii
Ah beneran kece kakak...kalau aku dulu kalau diajakin pasti mikirin toilet deh. Makanya sejak dulu teman2 ogah ngajakin aku, Hiking. Hehe...
BalasHapusPengen banget suatu saat nanti mampir ke gunung, entah akan terealisasi atau tidak. Tulisannya mantap ><
BalasHapus